Friday, 7 June 2013

Bad Things

Call a girl beautiful once, and she’ll forget it in an hour. Call her ugly once, and she’ll remember it every time she looks in the mirror. - @_perfectquotes

Kenapa manusia cenderung lebih mudah mengingat hal yang pernah menyakiti dirinya ya?

Pernah menyadari?

Hal-hal yang menyenangkan, cenderung lebih mudah terlupakan. Sebaliknya, hal-hal yang menyakitkan akan diam di dalam pikiran. Sebagian dari mereka, bertransformasi menjadi trauma berkepanjangan, yang menunggu disembuhkan.

Pujian, cenderung hanya lewat sekejab. Sebaliknya, hinaan akan selamanya diingat. Terbayang setiap berkaca, terngiang lagi saat melihat subjek yang bersangkutan. Sebagian dari mereka, berubah menjadi rasa benci. Entah kepada diri sendiri, atau kepada ia yang berkata.

Diterima, cenderung dianggap sesuatu yang biasa. Sebaliknya, penolakan mampu memunculkan sebuah pukulan keras yang kemudian akan membekas. Sebagian dari mereka, kemudian melahirkan perasaan rendah diri yang tidak mungkin lagi dihindari.



Manusia cenderung ‘menyimpan’ lebih lama hal-hal yang pernah membuatnya sedih, kecewa, dan terluka. Sesuatu yang justru harus dilupakan dan tidak perlu kembali dipikirkan berulang-ulang. Sesuatu yang hanya akan mengundang perih.

Kenapa ya?

Kenapa bukan hal-hal yang menyenangkan, seperti kata-kata manis dan pujian yang terekam lebih jelas dalam ingatan?

J

Mereka bilang, pengalaman adalah guru yang paling baik. Mungkin karena kita benar-benar merasakan, pada akhirnya membuat kita bisa memahami. Karena kita benar-benar tenggelam, maka akhirnya kita dipaksa berenang. Pengalaman, mengajarkan sesuatu yang tidak bisa ditangkap hanya dengan teori.

Hal yang sama berlaku pada setiap kesedihan dan kekecewaan yang pernah ditimbulkan oleh seseorang. Mungkin hidup mengijinkan kita mencicipi, karena setiap luka merupakan pengalaman yang kemudian membuahkan pelajaran yang berharga. Karena hal-hal yang pernah menyebabkan munculnya air mata, merupakan pengingat yang baik akan rasa sakit.


Supaya kita tidak mengulanginya kepada orang-orang yang ada di sekitar kita. Supaya kita tidak membuat orang-orang yang kita sayangi merasakan hal yang sama. Supaya kita tidak pernah lupa menghargai. Supaya kita bersyukur. Supaya kita menjaga dengan baik orang-orang yang mampu menciptakan senyuman, memberikan pujian, dan sambutan hangat yang mungkin lebih sering terlupakan, namun mereka tidak pernah lelah mengingatkan rasanya, setiap hari. J

2 comments:

  1. "Karena hal-hal yang pernah menyebabkan munculnya air mata, merupakan pengingat yang baik akan rasa sakit." - Ho oh banget nih dear.. :')

    ReplyDelete