Monday, 11 March 2013

Sahabat (?)

Pagi ini, sesampainya di kantor, sebelum ngurusin kerjaan yang udah bertumpuk di meja, seperti biasa, gue menyempatkan diri untuk mengecek inbox email, menghapus yang tidak perlu, dan membaca beberapa email yang penting. Tapi tiba-tiba, mata gue tertuju pada kolom conversation di atas opsi draft di email gue. Kursor gue arahkan dan gue klik, seketika, muncullah berbagai percakapan-percakapan yang pernah gue lakukan selama ini, via yahoo messenger.

Udah lama banget rasanya terakhir gue menggunakan yahoo messenger (ym) untuk chatting. Tepatnya semenjak sebagian besar populasi masyarakat Indonesia sudah menggunakan blackberry messenger sebagai media chatting. Dari mulai pengusaha sampe suster pake BB, demi fasilitas BBM-nya. Dan gue kebawa arus, dengan gampang meninggalkan ym dan msn, karena tuntutan komunitas.

Jadilah gue bernostalgia dengan percakapan gue beberapa tahun yang lalu, ada juga yang beberapa bulan lalu, ini biasanya karena kepepet, misalnya yang bersangkutan nggak pake BB, atau justru batere BB gue sedang low sehingga mau nggak mau pake ym di iphone.

Ketika masuk ke halaman ketiga, kira-kira percakapan ke 201 kalo dihitung mundur dari yang terdepan, gue melihat deretan nama seseorang (yang dulu) sahabat gue. Sahabat baik yang tau semuanya tentang gue, sahabat baik yang ngerti banget jelek-jeleknya gue, dan selalu ngejagain gue.

Sahabat baik yang sampai pada akhirnya sekarang jadi orang asing, bukan karena kami pernah punya masalah, melainkan karena dia sempat menyatakan cintanya ke gue.

Semenjak itu, semuanya jadi awkward. Awkward karena jawaban gue saat itu adalah penolakan. Lah wong dia tau gue punya gebetan, dan saat itu dia bahkan punya pacar. Gue nggak bisa nerima dia, bahkan nggak ada alasan untuk nerima dia. Gue nggak pernah suka dia lebih dari seorang temen, gue sayang orang lain, dia punya pacar. What did he think waktu dia nembak gue? -_-*

Gue yang waktu itu kaget karna ternyata sahabat gue sendiri, yang gue curhatin, yang jadi tempat gue nangis tentang gebetan-gue-yang-gak-move-on-move-on, terang aja langsung menjauh. Bales ym seadaanya, bahkan nggak pernah online lagi kalo nggak penting-penting banget. Sebisa mungkin gue menghindari untuk ketemu, karena untuk basa-basi 3 tau 4 menit aja susah banget (I used to talk to him around 4 or 5 hours, cerita-cerita dan ketawa-ketiwi).

Gue baca beberapa percakapan gue sama dia dulu. Sedih rasanya kehilangan tempat cerita, orang yang sangat mengerti gue, dan temen yang nyambung banget hanya karena perasaan sayang yang kami punya udah nggak lagi sejalan. Gue (hanya) sebagai teman, dia lebih dari sekedar teman. Sekarang, kami malah sama sekali nggak lagi berkomunikasi.

Sejak itulah, gue berpendapat kalo seorang cewek dan cowok bersahabat (bersahabat yaa, beda sama berteman) itu hanya punya 2 kemungkinan:
1. Salah satu dari mereka, gay.
2. Salah satu atau dua-duanya memendam rasa, tapi nggak (atau belum) berani maju menyatakan.

Ini nggak mutlak bener, tapi berdasarkan yang pernah gue alami dan yang terjadi di sekeliling gue, inilah yang bisa gue simpulkan.

Boleh lho kalo mau share pendapat J

4 comments:

  1. gue cewe.. untuk sahabatan dan bagi cerita gue cenderung lebih deket sama cowo..jadi kebanyakan temen deket gue ya cowo. emang kebanyakan sih sahabatan gitu ujung ujungnya ada satu pihak yg suka,,tapi sejauh ini sih yg gue alami gue tetep bisa mempertahankan pure friendship sama beberapa sahabat cowo. tapi pacar gue sekarang juga asalnya sahabat gue. hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. he eh, as I said earlier, nggak mutlak bener, mungkin memang setiap orang berbeda-beda juga ya, ada juga yang bisa murni sahabatan aja, cuma kalo salah satu udah punya perasaan lain, biasanya jadi susah :(

      tapi emang cowok lebih enak dicurhatin sih, kalo ini gue setuju :)

      Delete
  2. sarah gue setuju banget! ini juga udah berkali2 terjadi ke gue, dan sahabat2 cowo gw -terdahulu- berakhir antara jadi pacar (seperti yang terakhir ini :P) atau jadi awkward kyk yang lo tulis.

    kenapa gak bisa sahabatan aja? enakan cowo buat tempat curhat, gak se 'ember' cewe :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, atau pas mereka bisa memposisikan diri bnr2 hanya sebagai sahabat, nggak jarang ceweknya yg akhirnya jatuh cinta, hihi :D

      betuuul! aku jg lbh nyaman ngobrol sm cowok sih sbnrnya, dan mereka lbh simple, gak riweh :)

      Delete