Friday, 15 March 2013

Random Act of Kindness - Part 1

Sejak mendapat gaji kedua gue (yang walaupun belum seberapa), gue berjanji menyisihkan 10% dari setiap gaji yang gue dapet, untuk menciptakan senyum di bibir orang lain. Bagaimanapun caranya, dan siapapun objeknya.

Niat itu bermula dari sebuah quote yang gue baca, yang isinya kira-kira, “Hidup yang berguna adalah hidup yang bermanfaat bagi orang lain.

Dari situ gue bertanya sama diri gue sendiri, sudah bergunakah gue bagi orang lain? Atau selama ini, gue sibuk hidup untuk diri gue sendiri? Tanpa pernah selintaspun mikirin orang lain, yang mungkin membutuhkan gue? Renungan dalam, yang pada akhirnya jawaban yang gue yakini membuat gue sedih L




Belum, gue belum berguna buat orang lain. Mata gue, tertuju sama diri gue sendiri. Kebahagiaan gue. Senyum gue. Kesenenangan gue. Tawa gue. Sampai gue melupakan orang lain. Orang-orang yang (katanya) gue sayang. Orang-orang yang (katanya) gue pedulikan. Gue cenderung lupa sama mereka, karena terlalu egois. Egois ngejar semua yang gue mau. Semua yang gue suka. Padahal di luar sana,

banyak banget orang-orang yang ngemis untuk yang mereka butuhkan. Semata-mata ingin bertahan hidup. Semata-mata untuk meredakan perih di perut.

Is that fair? L

Kalau nunggu pemerintah yang turun tangan, mau sampai kapan? Gue khawatir, mereka keburu putus asa, malah jadi kriminal atau bunuh diri. Pandji pernah bilang, ada dua jenis anak muda. Mereka yang menuntut perubahan, dan menciptakan perubahan. Lo yang mana? Kalau lo mau keadaan berubah, jangan menunggu orang lain untuk menciptakan perubahan itu. Apalagi kalau lo tau, lo mampu. Lo mampu untuk melakukan sesuatu. Kenapa nyuruh orang lain?

Berangkat dari pemikiran itulah, gue berjanji sama diri gue, untuk berkomitmen, bahwa 10% dari penghasilan gue adalah tanggung jawab, untuk sebuah, atau dua buah senyum tercipta. Setiap bulannya, seenggaknya gue tau, ada satu orang, atau dua orang yang tersenyum, karena gue. Seenggaknya, gue yang belum bisa berguna buat ribuan atau ratusan orang, apalagi buat negara ini, bisa berguna untuk segelintir orang. Baik yang gue kenal, ataupun tidak.

Dan ternyata rasanya… menyenangkan. J

Gue nggak tau, pernahkah elo bertemu dengan seorang anak kecil yang lo berikan bingkisan (yang isinya hanya susu kotak kecil, biskuit, buku tulis, dan pensil) kemudian berteriak terima kasih keras-keras dan melompat-lompat kegirangan? Hal-hal yang dengan gampang kita beli, hal-hal yang selalu terlewat untuk kita syukuri, hal-hal yang kita anggap biasa keberadaannya, karena nilainya yang nggak seberapa. Pernah terbayang, ada manusia-manusia yang menganggap itu berkah dan harta yang berharga?

Gue sampe meneteskan air mata. Sebagian karena terharu, sebagaian lagi karena ngerasa di gampar keras. Betapa nggak bersyukurnya gue selama ini. Ngeluh karena lo capek kuliah atau kerja? Di luar sana banyak yang panas-panasan, hujan-hujanan, ngemis buat cari makan! Ngeluh karena nyokap bokap lo bawel? Di luar sana banyak anak-anak umur 4 tahun, 3 tahun, atau bahkan bayi, yang udah kehilangan orang tua mereka! Ngeluh karena pacar lo kurang perhatian? Di luar sana banyak anak-anak yang bahkan nggak sempet nikmatin masa kecilnya karena harus merasakan kejamnya kehidupan ibu kota!

Pantaskah elo ngeluh?

Beranikah elo tutup mata dan menolak membantu?

Kalo lo masih baca tulisan gue ini via blackberry, PC, iphone, atau smart phone lo, gue yakin lo pasti nggak perlu susah-susah ngemis dan ngaduk-ngaduk tempat sampah untuk cari makan. Bolehkah gue, mewakilkan mereka yang nggak berdaya, meminta lo merenung? Sebentar saja, memikirkan apa yang bisa lo berikan untuk mereka?

Nggak, gue nggak maksa lo untuk melakukan hal yang gue lakukan. Gue juga nggak maksa lo untuk selalu ngasih uang ke anak-anak jalanan. Kembali lagi, itu hak lo. Biarlah hati nurani lo yang membisikkan apa yang harus lo lakukan ketika lo selesai membaca tulisan ini. Gue hanya mencoba memaparkan kondisi yang nyata terjadi di luar sana, dan menyadarkan kalo lo mampu berbuat sesuatu untuk mereka.

TO BE CONTINUED : RAoK Part 2 (:



You don't have to be an expert on something to help others.
-@anggasasongko

gambar diambil dari sini dan sini

No comments:

Post a Comment