Wednesday, 27 March 2013

Kenapa menulis (lagi)?

Udah lama banget rasanya gue mau berbagi kenapa pada akhirnya gue menekuni (lagi) hobi yang dulu pernah gue tinggalkan, dengan blog sebagai medianya. Bermula dari beberapa teman yang bertanya sejak kapan gue punya blog. Gue bingung jawabnya. Karena umur blog ini sebenernya sudah lama, walaupun gue lupa tanggal persisnya. Tapi sangat jarang gue gunakan, karena ketika gue buat, alasannya bukan karena gue mau jadi blogger, melainkan biar-gaul-aja. Ada postingannya atau enggak, belakangan, yang penting pas ditanya, "Punya blog?", gue bisa menjawab dengan lantang, "Punya!".

Sebenernya, gue suka banget nulis cerpen, sejak dari SMA. Hidup gue (masih) penuh drama saat itu, dan rasanya sayang kalo cuma gue biarin mengendap di kepala. So, gue tuangin itu dalam bentuk cerita-cerita yang gue tulis di sela-sela pelajaran yang membosankan di ruang kelas.

bukan, ini bukan gue

Setelah lulus, buku berisi kumpulan cerpen gue terlupakan. Euforia jadi mahasiswi, tugas kuliah, ujian, teman-teman baru, pacar baru, memenuhi hari-hari gue, dan nggak ada waktu untuk duduk dan menulis. Hanya membaca yang masih gue tekuni. Itupun dengan porsi waktu yang sangat sedikit.

Sebenernya setelah lulus, gue sempet nulis, di tumblr. sarahpuspita(dot)tumblr(dot)com, pertama kalinya jadi tempat gue memuntahkan segala jenis pikiran dan perasaan gue saat itu. Tapi umurnya hanya beberapa bulan, nggak tau kenapa, tiba-tiba nggak bisa dibuka, dan lahirlah
sarah-puspita.tumblr.com. Karena tumblr lebih easy to use buat gue yang sangat gaptek, gue jadi susah pindah ke lain hati, walaupun di awal Maret 2012, gue melahirkan sarah-puspita.blogspot.com.



Rata-rata post hanya 2-3 per bulan, dan isinya hanya gambar, atau coretan pendek. Biasanya hal-hal yang nggak mungkin gue ungkapkan di dunia nyata, gue tumpahkan di sana. Karena nggak ada yang baca.

Sampai akhir Desember 2012 lalu, gue main-main ke sini. Melihat-lihat, berkunjung, tertawa, dan akhirnya jatuh cinta, membawa kursor kepada ms. word. Gue klik, dan gue berhadapan dengan blank page,  juga sebuah pertanyaan, harus nulis tentang apa?

Seketika otak gue mengembalikan pertanyaan itu ke gue. "Apa yang mau lo tulis?", dan jadilah postingan bulan Desember yang akhirnya gue tutup dengan ucapan terima kasih di penghujung tahun, 28 Desember 2012, dengan judul 3 Langkah Lagi.

Januari dimulai, dan gue mulai jatuh cinta. Dua cinta yang mekar bersama. Cinta lama bersemi kembali pada menulis, dan sebuah cinta yang baru saja bertumbuh untuk seorang asing yang menjadi media yang mempertemukan gue kembali pada mengekspresikan diri melalui tulisan. He found my blog and read it, setelah itu, kami banyak berdiskusi, gue yang amatir, dan dia yang profesional.



Dia memperkenalkan gue pada sebuah endorphin baru, yaitu, "Hey, I've read your new post, and...", yang pada akhirnya berhasil memacu gue untuk menulis, dan menulis, dan menulis. Berekspresi meskipun gue masih buta total. Hanya dia yang saat itu rajin datang untuk membaca, dan entah kenapa, itu cukup buat gue.

Kecintaan gue pada menulispun makin hari, makin besar. Kenapa?

Ini alasan gue:

1. Dengan menulis, elo bisa berekspresi dan berimajinasi, tanpa ada batasan-batasan yang sifatnya hakiki. You can write about everything, selama lo bisa mempertanggungjawabkan tulisan lo. Lo bisa menjadi siapa saja, dengan keadaan apa saja, melongok ke masa depan atau masa lalu, menciptakan happy ending, perfect guy, dan menjadi tuhan untuk cerita dan tulisan yang lo buat. Lo yang menentukan takdir. Lo yang mengatur kebetulan-kebetulan yang terjadi. IT'S FUNJ

2. Dengan menulis, elo bisa jujur untuk menumpahkan hal-hal yang selama ini hanya bisa elo simpan dalam hati, tanpa berani lo utarakan pada siapapun. Semacam the ungiven letter.

3. Dengan menulis, gue bertemu dengan banyak orang yang ternyata mengalami atau pernah mengalami perasaan yang sama dengan yang gue alami, dan tulisan gue bermanfaat sekedar meyakinkan mereka, kalau mereka tidak sendirian. Inilah yang membuat gue paling bahagia. Berguna untuk orang-orang yang bahkan gue nggak kenal, walaupun remeh dan sepele kelihatannya.

Tiga alasan (mungkin nanti bertambah) itulah yang membawa gue makin rajin nulis, nge-blog, dan mengajak beberapa teman untuk membuat blog dan menulis. Karena mengekspresikan diri lewat tulisan, sangatlah menyenangkan. Berbagi dunia lewat untaian kata, adalah cara sederhana untuk berbahagia.

Ikutan juga, yuk?

dedicated this post to:
Terima kasih untuk selalu menginspirasi J

*Gambar diambil dari sini. Terima kasih.

2 comments:

  1. makasih bos infonya dan salam sukses

    ReplyDelete
  2. mantap bos artikelnya dan sangat menarik

    ReplyDelete