Wednesday, 20 February 2013

PHP: Perjudian Hati (saat) PDKT

Jenis manusia paling terkutuk di dunia menurut sotoy opinion gue adalah: Pemberi Harapan Palsu. Lebih minta digunting kecil-kecil lagi, kalo ditambah sok kegantengan atau kecantikan. Well, jauh-jauh deh yang begini. 


PHP itu punya banyak tipe. Tapi yang paling sering dijumpai adalah orang-orang yang mau ngerasain indahnya cinta, tapi nggak mau jatuh. Main aman. Takut sakit, yang akhirnya imbasnya menyakiti orang lain, yang nggak tau apa-apa, yang salah sangka, karena ternyata yang bersangkutan punya perasaannya sama orang lain, cuma nggak atau belum kesampean aja. 

Inilah yang paling gue benci sekaligus takuti dari fase PDKT. They can be a PHP without being a jerk. Alasan yang sederhana dan selalu dimaklumi: nggak cocok. Apanya?
 
Perasaannya? Ya bilang dari awal atuh. Kenapa juga pas udah berbulan-bulan baru sadar?
Fisiknya? Gebetannya emang ga mau atau masih ragu sama situ gara-gara apa? Coba ngaca… 

Pemikirannya? Lah kemaren-kemaren situ ngobrol sama siapa? Mbak-mbak Pizza Hut?

Kebayang nggak rasanya, kaya tinggal satu jengkal lagi ke arah ‘jadian’ atau ‘pacaran’ trus dibuang begitu aja, gara-gara orang lain, atau bosan semata? Gimana caranya nggak naik darah? Bukan, yang penting itu bukan dia jadian sama siapa.
Yang penting itu rasa apa yang tinggal menemani cinta yang masih ada?
He eh, kecewa. Kecewa sama si PHP. Kecewa sama keadaan. Most of all, kecewa sama diri lo sendiri. Lo bisa marah-marah dan nyalahin orang lain. Tapi pasti terlintas di hati kecil lo, pertanyaan tentang apa yang salah dengan diri lo? You’ve done your best. You’ve given all of your heart. You’ve been by their side, whenever she / he needs you.Salahnya di mana? Kenapa pada akhirnya, dia pergi juga?
I’ve been there.

Gue pernah galau luar biasa karena berbulan-bulan dideketin trus dia jadian sama cewek lain yang (mungkin) dia pdkt-in berbarengan sama gue. Begonya…  gue kepedean aja. Yakin banget dia juga ngebales perasaan gue. Lah sekarang gimana nggak ngerasa dia sayang sama gue juga kalo ngingetin makan 3 kali sehari, ngingetin jangan tidur malem-malem, beliin boneka, dan seterusnya? Masa dia begitu sama semua temen perempuannya? 

Tapi pada akhirnya, percaya deh, elo nggak bisa berharap apapun dari orang lain. Apalagi status. Kalo elo perempuan, malah lebih parah. Yang bisa lo lakukan cuma duduk menunggu, dan menerima kenyataan kalo ternyata (mungkin) elo menunggu hal yang sia-sia. 

It hurts like hell. Terlebih kalo lo sadar elo jatuh cinta, dan mulai kesulitan nemuin dimana akal sehat lo. Otak lo tiba-tiba cuti. Hati lo nguasain semuanya. Dibuai sama ekspektasi yang luar biasa tingginya, tanpa menyadari dia nggak pernah sedikit pun berniat menjadikan elo siapa-siapa. 

Kalo elo pernah ngalamin itu, let it be a precious lessonAbout not expecting. About keep your brain with you even if you’re in love. About trusting no one but yourself. About letting go. Belajar terus, sampe elo bisa membedakan mana yang bener-bener tulus, dan mana yang cuma ngasih harapan palsu. Sampe ketika elo jatoh, you can smile and be grateful because you don’t end up with a plin-plan woman or man. Percaya deh, Tuhan ngijinin elo ketemu sama PHP (-PHP) dalam hidup lo sebelum elo ketemu yang bener-bener diciptakan untuk lo, hanya karena Ia mau elo menguasai satu skill yang sekarang makin ke sini makin langka: MENGHARGAI.

2 comments: