Tuesday, 11 September 2012

Trotoar Kota Kita

Gue adalah seseorang yang sangat menikmati berjalan kaki kemana-mana saat bepergian. Gue sangat suka melihat sekeliling, memperhatikan mobil-mobil beradu kecepatan di jalan raya, langit sore hari, matahari terik yang menudungi sekelompok pedagang yang sedang mencari nafkah. I used to love all of those things.
Sampai kepada hari ini, gue menyadari banyak sekali perubahan yang mungkin luput dari perhatian, atau dianggap wajar dan lumrahnya seperti itu. Ada sesuatu yang salah dengan trotoar Jakarta, kota kita. Alih fungsi dari tempat bagi pejalan kaki, trotar menjadi jalur khusus bagi motor-motor, bagi pedangang asongan, atau tempat parkir.







trotoar : tempat motor berjalan (?)

Gambar ini gue ambil dari google, dan ini yang sebenar-benarnya terjadi. Puluhan motor berdesak-desakan di trotoar, tidak menyisakan secuil pun jalur untuk pejalan kaki. Pertanyaan besar muncul di kepala gue. Trus kalo seluruh trotoarnya diambil kendaraan beroda dua dan gerobak, lalu pejalan kakinya harus jalan di mana? Di tengah jalan? Di antara mobil-mobil?

Miris, hal ini bukan hanya terjadi di jalan-jalan kecil, tetapi juga di jalan-jalan besar seperti Gatsu, Karet-Kuningan, dsb. Aparat ada, tahu, dan membiarkan. :(

Sedih rasanya memperhatikan keadaan trotar kota Jakarta. Besar harapan gue, siapapun yang menang dalam pemilihan gubernur 20 September 2012 nanti, akan menjadikan hal ini sebagai prioritas. Gue sih, udah capek "memaklumi". Sesuatu yang salah, jelas harus dituntut, dan dikembalikan ke keadaan yang sebenarnya. Semoga ya :)

No comments:

Post a Comment